Hasil Penelitian: Anak yang dekat dengan ayah cenderung lebih cerdas dan IQ-nya lebih tinggi
kedekatan anak perempuan dan ayah |
Menurut sharing Mommy Christy Anggraeni dari Babyologist, kehadiran ayah sangat diharapkan untuk menjadi panutan untuk anak laki-laki dan menjadi sosok yang diidolakan oleh anak perempuannya.
Bahkan sudah ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kedekatan anak dengan ayahnya cenderung mempengaruhi IQ nya lebih tinggi.
Dalam penelitian terbaru ditemukan peran penting dari keterlibatan aktif seorang ayah terhadap perkembangan kognitif bayi.
Terutama pada bulan-bulan pertama kelahiran hingga usia bayi 2 tahun memberi efek positif pada perkembangan kognitif anak.
Tak hanya lebih cerdas, anak-anak yang dekat dengan ayahnya juga dipercaya memiliki kemampuan berbahasa dan kognitif yang lebih baik.
Tidak hanya itu, anak juga berpeluang semakin berprestasi dalam bidang akademiknya. Bonding yang dilakukan oleh sang ayah dengan anak akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang psikologi mereka.
Kelak saat anak perempuan besar tidak akan mudah terbujuk rayuan laki-laki di luar sana, sedangkan pada anak laki-laki menyimpan prinsip teguh seperti yang ia temukan dalam figur ayahnya.
Terutama pada bulan-bulan pertama kelahiran hingga usia bayi 2 tahun memberi efek positif pada perkembangan kognitif anak.
Tak hanya lebih cerdas, anak-anak yang dekat dengan ayahnya juga dipercaya memiliki kemampuan berbahasa dan kognitif yang lebih baik.
Tidak hanya itu, anak juga berpeluang semakin berprestasi dalam bidang akademiknya. Bonding yang dilakukan oleh sang ayah dengan anak akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang psikologi mereka.
Kelak saat anak perempuan besar tidak akan mudah terbujuk rayuan laki-laki di luar sana, sedangkan pada anak laki-laki menyimpan prinsip teguh seperti yang ia temukan dalam figur ayahnya.
Seorang anak kelak akan memiliki jiwa sosial yang menyenangkan, mudah bergaul dan punya banyak teman dalam lingkungannya.
Tidak perlu bingung untuk melakukan sesuatu yang besar dengan anak, dengan mengobrol dan mengajaknya bercanda dalam satu waktu, itu juga akan sangat berkualitas..
Kenyamanan dari figur seorang ibu memang yang paling dicari anak, namun interaksi yang intensif dengan ayah dibutuhkan pula oleh Si Kecil.
Kemandirian dan rasa penuh percaya diri sang anak sangat terpengaruh oleh sosok ayah dalam fase tumbuh kembangnya.
"Pesan yang jelas bagi ayah baru di sini adalah agar para ayah mau bermain dengan bayi mereka," kata penulis studi Profesor Paul Ramchandani seperti dilansir Medical Daily, Kamis (17/5/2017). "Bahkan saat mereka benar-benar bermain dan berinteraksi dengan bayi mereka dapat memberi efek positif," lanjutnya.
Penelitian yang dilakukan dengan mengamati sebanyak 128 orang ayah yang berinteraksi dengan bayi mereka yang masih berusia tiga bulan.
Para peneliti juga merekam video para ayah yang sedang bermain dengan anak-anak mereka tanpa ada mainan, serta mengamati pasangan anak-ayah saat membaca buku ketika anak-anak berusia dua tahun.
Mereka juga mengukur perkembangan kognitif balita.
Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara hubungan bayi dengan ayah serta nilai-nilai sekolah anak di kemudian hari.
Dua faktor yang diyakini memiliki efek positif pada perkembangan kognitif balita yakni memiliki ayah yang pembawaannya tenang, dan bersedia menghabiskan waktu berkualitas bersama anak.
Dilansir dari smartparenting.com, ayah yang meluangkan waktu lebih banyak dan berusaha membuat waktunya bersama sang anak berkualitas, menjadikan anak lebih cerdas dan cenderung lebih sukses saat dewasa.
Dibandingkan dengan anak-anak yang hanya memiliki sedikit waktu berkualitas bersama sang ayah.
Sebuah penelitian panjang yang dilakukan di Universitas Newcastle di Inggris, menemukan fakta bahwa anak-anak yang menghabiskan waktu berkualitas lebih banyak bersama sang ayah pada masa tumbuh kembangnya, cenderung memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang lebih tinggi.
Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Evolution and Human Behavior ini dilakukan selama 40 tahun.
Mereka meneliti 11.000 anak perempuan dan anak lelaki di Inggris, dengan cara mengukur tingkar IQ mereka saat mereka berusia 11 tahun.
Hasilnya, anak-anak yang memiliki ayah yang perhatian dan berperan dalam masa pertumbuhannya memiliki kehidupan sosial yang lebih baik saat mereka berumur 40 tahun.
Dr. Daniel Nettle, seorang psikolog yang memimpin studi ini mengatakan, “Apa yang mengejutkan dari studi ini ialah perbedaan yang sangat kentara pada anak-anak yang memiliki peran besar ayah dalam kehidupan mereka, hal ini jelas terlihat dari kemajuan yang mereka alami tiga puluh tahun kemudian.”
Dr. Nettle juga menambahkan, kehadiran orang dewasa dalam masa pertumbuhan seorang anak membantu anak mengembangkan kemampuan dan bakat yang bisa mereka pergunakan saat mereka dewasa.
Tidak hanya kecerdasan intelektual, anak-anak yang mendapatkan perhatian lebih dari ayahnya memiliki lebih banyak emosi positif.
Mereka lebih percaya diri, semangat untuk belajar, dan siap menghadapi tantangan apapun dalam hidup mereka.
Sederhananya, anak-anak menjadi pribadi yang lebih bahagia dengan kehadiran ayahnya.
Ruben Tanseco, seorang pembicara di bidang parenting menyampaikan bahwa remaja jaman sekarang selalu mendambakan kedekatan emosional dengan ayah mereka.
Mereka juga menginginkan sosok pria dewasa yang bisa menjadi teladan dalam hidup mereka.
Bagi Anda yang merupakan orang tua tunggal, berusahalah untuk mengisi kekosongan peran seorang ayah dengan mencari sosok penggantinya dalam diri kakek atau paman sang anak.
Agar anak tetap memiliki kecerdasan emosional dan mental yang sehat.
Artikel dikutip dari berbagai sumber, Semoga bermanfaat!!
Post a Comment for "Hasil Penelitian: Anak yang dekat dengan ayah cenderung lebih cerdas dan IQ-nya lebih tinggi"
Post a Comment